Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Sabtu, 03 November 2012

Ketika kita Marahan


Bismillah..
Biasanya dari berbagai tulisan baru-baru ini biasanya bismillah Cuma dalam hati sekarang di lafazkan dalam bentuk tulisan Karena yang dibahas bukan sembarangan judul tulisan saya kali ini tentang “MARAH” agak serem emang kalau di dengar apalagi ngalamin hufft jangan deh gan !
Ingat sekali awal pertama kita marahan sayang ketika ego mulai membeludak dalam dada “seharusnya begini….seharusnya begitu” semuanya tak terucap untuk menghindari amarah yang berkecamuk aku lebih memilih diam tanpa kata dan ternyata kaupun menyambutnya dengan nada diam. Al hasil kita diam-diaman malam itu, mashaa Allah dunia terasa sepi tanpa sapamu, malam terasa amat dingin tanpa sentuhan lembutmu, gemericik air gerimis hujan terdengar jelas ditelinga sampai detail. Kita bersebelahan terasa berjauhan seperti antara hawa yang terpisah dengan adam. Bahasa tingginya sih gitu ^^a hehe
Yah mungkin malam ini waktunya kita tafakkur secara individual pikirku, malam masih saja larut mata ini masih enggan terpejam sesekali ku tengok kesebelahmu kau masih saja terdiam tanpa kata tanpa menoleh sedikit pun, ku pikir kau sudah tidur waktu terasa begitu lamban menit serasa sejam,jam serasa sehari, begitu seterusnya. Egoku berkata “kapan dia menyapaku, gengsi donk aku duluan yang menyapanya” dan aku lebih memilih tidur saja.
Pagi itu terasa berbeda yang biasanya membangunkanku Qiyamul Lail itu adalah sentuhanmu sekarang hanya alarm yang berteriak ditelingaku, ketika ku bangun ku lihat kau duluan menundukan dahi di sajadah, pikirku mulai tak normal “keterlaluan masak dia tidak membangunkaku ! “ pikirku ketus :/ okeh kita lanjutkan diam-diaman kita hari ini jawabku ketus dalam hati. Pagi itu terasa dingin karena kebetulan hujan biasanya disaat hujan kita saling menghangatkan aku memasak sesuatu untuk dimakan sedangkan dia membuat minuman hangat untuk diminum lalu setelah itu kita berbicara santai, tapi pagi itu begitu beku namun aku masih menjalankan fungsiku sebagai seorang istri yang memenuhi hak suaminya dalam urusan rumah tangga hanya saja masih dengan mulut terbungkam.
Satu sisi hatiku berteriak “aku lelah diam-diaman” tapi sisi egoku bicara”dia saja tidak punya niat baikan kok ngapain aku duluan yang mulai” pikiran itu selalu saja menggangu pikiranku disaat melakukan pekerjaan. Dengan penuh istigfar aku mencoba memulai langkah dengan sedikit gugup tak ada salahnya aku memulai minta maaf padanya dan untuk membangkitkan rasa percaya diriku itu agak sulit tapi baiklah kita mulai dengan Rabbku yang menguasai amarahku maka keserahkan pada-Mu ya Allah.
Ku letakan makan itu berupa pisang goreng yang masih hangat dengan seidikit melirik kau masih saja diam “ya Allah marah amat yah “pikirku dengan muka yang semeraut. Ketika saat itu ku mau mendekat dia malah pergi mengambil air wudhu karena kebetulan sebentar lagi mau waktu dzuhur di daerahku jadi ku urung niat untuk baikan ku tinggal pergi ke belakang membereskan yang belum sempat utuh ku bersihkan. Setelah semuanya beres maka aku pun mengambil air wudhu dengan maksud mau sholat juga walau marahan tapi curi waktu berjamaah bersamanya. Aku diam-diam saja kalau aku makmum dibelakang.
Sebenarnya walau marahan akupun tau dia sengaja menungguku walau dengan diamnya.Setelah salam tiba-tiba ku dikagetkan dengan dia menyodorkan tangan _ _)” aku kaget entahlah antar senang dan gengsi dan akupun berniat biasa-biasa saja dalam  berekspresi ternyata ketika memegang tanganya dia menariku dan berkata” sayang maafkan abii sungguh maafan abii, maukah ummi memaafkan abii” aku bengong dengan kata yang baru saja terucap.. O.Oa hah abii?ummi? ternyata dia sengaja bersikap seperti itu padaku lalu berbisik “Terimakasih sayang telah menjadi ummi bagi anak-anaku”aku faham maksudnya hiks aku terharu dia tau darimana kalau aku hamil,padahal aku kan belom ngomong :(  asli disana tumpah sudah airmataku ,gugur sudah egoku aku beribicara dari hati ke hati denganya sungguh aku merindukanya ternyata marah telah membuatku jauh dengannya . jadi selama tadi malam dia tidak membangunkanku lantaran sudah dibangunkan karena melihat tidurku pulas jadi dia pikir biarlah setelah itu baru dibangunkan, begitu juga tadi siang ternyat diam-diam dia sudah membuat minuman terlebih dahulu, subhanaa Allah ternyata itu hanya bingkai suudzon yang lagi mengakar dala benaku Astagfirullah..ckckck dan mengingat semuanya aku jadi merasa bersalah sendiri dan geli juga sih, kok bisanya berpikiran begitu :D  yah dari situ mungkin aku mulai akrab dengan panggilan kita abii dan ummi denganya :) tenyuum ^^b sesekali jika hal itu terjadi kami biarkan saja setelah itu baik lagi dan terasa rindu lagi namun rasa rindu itulah yang membuat kita saling terikat.
Aku mencintaimu sayangku :* dengan setulus hatiku..

@catatan harian emak iid episode marahan hihihi


2 komentar:

aish a`isyah mengatakan...

sweet soo_ _))

"qta mulaii dari noL yukk sayangg" :P

.Hhee ^^v

Nur Kaffah Ahkam mengatakan...

tak usah sayang kan ude isi kalo ulang nol kapan mettu nya >.<a

whihihiihi

Posting Komentar

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...