Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Minggu, 04 November 2012

jika cemburu melanda sahabat dan suami


Ini bicara tentang cinta pasangan dan ukhuwwah antara cinta dan persaudaraan
Mungkin sedikit lebih rumit berhubung antara cinta dan ukhuwwah ibarat hati dan jantung.
            Berbicara fitrah sebagai seorang yang normal kita pasti menginginkan sebuah pasangan yang di idamankan, begitu juga dengan ukhuwwah karena kendatinya kita butuh seseorang sahabat sejati dalam hidup kita. Lalu bagaimana antara cinta dan ukhuwwah ini sedikit tidak bersinergi yakni antara pasangan hidup dan sahabat karib? Huhuhu al hasil pada cemburu dengan kita. Kecemburuan diantaranya adalah wajar namun jika sifatnya berlebihan maka akan jadi penyakit juga dalam bentuk kasih dan sayang dalam sebuah cinta dan ukhuwwah.
Dalam sebuah ukhuwwah, kecemburuan terhadap sahabat kita yang sudah menemukan tambatan hati dalam hidupnya ibarat sosok yang sudah menggantikan posisi dirinya dalam bentuk ukhuwwah, bagaimana tidak ? hal itu adalah wajar mengingat yang biasanya sering ngukur jalan bersama alias wara-wiri dengan alasan cari angin seiring waktu jarang untuk bersama lagi sekalipun bersama selalu ada menyari untuk dijemput pulang, “ assalamualaikum sayang lagi dimana mii ?”atau biasanya yang selalu ada waktu bila di ajak telpon sekarang sudah mulai jarang, “afwan ukh tak enak ni ada suami ana nanti aja yah kita sambung ok ! “ jadi kecemburuan itu mulai timbul dalam benih-nenih cinta yang tadinya tertanam mulai memudar.

             


Lalu bagiamana posisinya jika seandainya kecemburuan itu malah berada dalam pasangan kita? 
karena keseringan bersama sahabat karib kita sampai lupa sosok tercinta dirumah, misal sampai lupa masak,cuci baju suami atau bahkan lupa pulang wah..wah berabe berat, lalu hal itu muncul kecemburuan dari pihak pasangan hidup kita. Usut punya usut jadi emang kudu kita yang memanajemen cinta dan ukhuwwah ini gan membagi hak terhadap situasi dan kondisi yang di alami saat ini. Yah mungkin ini juga yang saya rasakan namun sama-sama lagi belajar bagaimana memanajemen ini agar semua jadi hikmah tanpa masalah seperti sloganya Pegadaian”Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” hihi ngiklan dikit.
Ok gan solusi jitunya adalah kamu emang kudu komunikasi ama cinta dan ukhuwwah ini
Jangan sampai keduanya los komunikasi alias di bicarakan secara 4 mata dan 4 telinga diantara keduanya,mengenai kedua peranmu ini yakni sebagai istri sekaligus sebagai saudara dimata yang lain setelah itu cobalah untuk memahamkan lalu jelaskan kalau keduanya begitu berarti seeeh :D yah  macam itulah yang saat inipun saya rasakan.

Misalnya, untuk sosok tercinta (suami)penuhilah kewajibanmu sebagai istri yang senantiasa terpenuhi haknya dalam rumah tangga, contoh masalah pekerjaan rumah serta masalah jasmani tidak terlupakan dan sudah terlaksana dengan baik,  sedangkan untuk sosok sahabat karibmu
Carilah waktu luang yang khusus yang tidak tergangu oleh moment bersama cintamu maka jadikanlah moment itu untuk sahabatmu ketika moment itu terlaksana maka jadikanlah hal itu special misalnya lama tidak ketemu sekali ketemu ditraktir hwehehe kesenengan yang jadi temanya donk :D tapi kamu sendiri lebih memahami bagaiman menciptakan suasana nyaman itu dalam hati dan kondisi pikiranmu.

Seiring waktu akan mengajarkan semua itu bagaimana antara cinta dan ukhuwwah menjadi satu bagian yang penguat dalam hidupmu namun jika diantaranya kembali tidak terpenuhi hak nya bisa jadi dia akan menjadi kendala dalam hidupmu, kamu akan pusing mikirin membagi cinta hihihi puyeng 3 keliling deh namun lebih parahnya di khawatirkan akan ada statement “Pilih aku atau dia” nah loh mumed deh _ _)a Cuma bisa bilang minta toyonglah pada Allah :D sekiand  dan terimakasih.

Salam Cinta dan Ukhuwwah
Emak Iid folevel ^^v




1 komentar:

aish a`isyah mengatakan...

pasti masih bs disatuken ^^,

Posting Komentar

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...