Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Senin, 23 Juli 2012

(¯`•.¸ღ Pemuda itu ternyata Suamiku Part 1 ღ¸.•´¯)


Bismillah..
Hari ini kubercerita tentang seorang Pemuda
Pemuda itu yang dulu hampir menabraku ketika agenda persiapan Muqoyyam dan Diksar sebuah lembaga.. “Afwan..afwan sekali ukh” dia pergi.. *itu pertama kali seingatku bertemu dengan pemuda itu

Pemuda itu yang dulu pernah bercerita padaku bahwa sebelum mengenalku dia bercerita “sebelum mengenalmu sayang ustadzku pernah berkata”akh..itu dia yg namanya Ukhti Nur Kaffah calon istri antum” ketika awal pertama ku mengenalmu dari sebuah Proposal cinta dari sang Murabbi” katanya sambil senyum.. :)

Pemuda itu yang dulu datang kerumah dengan memohon restu untuk menjalani kehidupan bersamaku dengan tenang dan berani mengahadapi sosok ayahku yang sedikit dingin dan dia mampu mempesona hati ayahku dengan penuh cinta

Pemuda itulah Imam pertama dalam sebuah bingkai rumah kecilku.. Selepas acara akad disaat begitu banyak handai taulan bergerumun mengucapkan selamat dan barakah namun dia malah mengucapkan maaf hanya untuk berjamaah pertama sholat dzuhur bersamaku.

Pemuda itu yang dulu selepas 3 hari acara akad terucap dan walimah janur kuning mulai terbentang masih sempat mengajak ku untuk mengikuti Aksi Peduli Palestine yg dimulai pukul 7.30 pagi sementara walimah dimulai jam 9 pagi. Subhanaa Allah ustadzpun berkata”subhanaa Allah..akh antum ini pengantin kok malah ikut aksi *sambil bergurau

Pemuda itu lah Sang Mujahid yang menanamkan benih pertama Generasi Qur’ani ini kedalam rahimku. Dengan penuh cinta ia begitu tenang ia menjaga diriku bahkan dikala penjagaanku sendiri terlalai padaku..

Pemuda itu adalah sosok Ayahku dikala sifat kanaku muncul, Pemuda itu abang ketika ku merasa dibimbing dengan cintanya 

Pemuda itu adalah Cintaku yang bersamanya membuatku selalu rindu 

Pemuda itulah yang mampu memberikan ketentraman dan kedamaian ketika bersamanya hingga kejiwaanku begitu terjaga ketika ketetapan tak begitu bisa ku terima dengan hati yang terbuka..Melepas benih kita yang sangat dinanti berkali-kali namun pergi bersama-NYA tapi engkau terus membesarkan hatiku untuk terus khusnudzon pada-NYA

Pemuda itu yang rela syahid pertama kali hanya untuk melindungi dan menyambung nyawaku berjuang meneruskan estafet da’wah nya.. Ya Rabb :’( aku tak kuat
Pemuda itu Dialah sosok ustadz penuh semngat, melihatnya jiwa bergelora menjadi semangat

Pemuda itulah yang sampai saat ini orang mengenalku dengan nama belakang yang kupakai darinya

Pemuda itulah yang mengasuh dan mendidik anak-anak syahidku di Jannah Cinta-NYA Allah menanti hadirku untuk berkumpul denganya..

Dialah Suamiku sepanjang hayat cinta ini yang tak akan pernah hilang dari benak ku sampai saat ini


Muhammad Zaiddul Ahkam (28 November 1984)


Meski adanya kehadiran yang lain namun kehadirnya bukan untuk mengantikanmu melainkan engkau hadir dalam wujud yang lain bernama Abduh Abdullah yang sekarang menitip benih Generasi Qurani dirahimku ini bernama Muhammad Kholidil Ahkam Putramu dan Putranya :)

Yaa Ayyuhannafsul muthmainnah..irji’ii ilaa robbiki roodiyatam mardiyyah Fad khulii fii ‘iibadii wad khulii jannatii
(Wahai Jiwa yang Tenang.. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. ) (Al Fajr 27-30)

Kumencintaimu karena ALLAH Selamanya sayangku

Istrimu
Nur Kaffah Ahkam

3 komentar:

a`isyah athifa mengatakan...

subhanalloh. .

apa pun adanya, takdirmu indah kk :)

tersenyumlah untuk "dia" dan "dirinya" iang begitu sangat mencintaimu ♥

dan begitu pun diriku "mencintaimoh sangat"

#lope iuh tomatttt kk koh :*

Nur Kaffah Ahkam mengatakan...

Seluruh Takdir hamba-NYA itu indah tergantung sejauh mana kita berkhusnudzon kepada-NYA karena tak ada Takdir yang Allah berikan bernilai keburukan kecuali dia sendiri yang menginginkan keburukan. Karena rasa cinta-Nya lebih besar daripada rasa Murka-Nya makanya dibuka-NYA pintu taubat selebar-lebarnya sebagai bentuk salah satu cinta-Nya dan semua akan berakhir ke syurga-NYA Allah kecuali yang tidak mau

Nur Kaffah Ahkam mengatakan...

me tooh eunchunk sayang.. ini ni yg penting malah lupa dibalas..

kk mencintaimu dengan sangat sayang lillah fillah !!

Posting Komentar

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...