Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Rabu, 12 Desember 2012

Karena Kami Seorang IBU


 
15 jam waktu perjuangan mengahadirkan sang penerus estafet da’wah ini, hingga ahirnya amanah ini pun resmi di emban olehku dari sekian lama kumenanti ahirnya hadirlah hari ini. Hal ini bukan sesuatu yang mudah karena seperti kendatinya melahirkan sosok penerus yang benar-benar kuat dengan haruslah sekuat tenaga pula. Rasanya seluruh kemampuan dan tenaga terkuatku ku kerahkan disana habis-habisan untukmu nak mujahid kesayang ummi dan ummat ini.
Hasbunallah wa nikmal wakil, Nikmal maula wa Nikman Nasir  hanya itu yang terucap disela-sela rasa sakit yang teramat, pikirku malaikat izrail yang mencabut nyawa manusia pasti akan terasa lebih amat sakit daripada ini ataukah ini hari terakhirku..
Ku berserah padaMu ya Allah hidup dan matiku yang sedang kurasakan saat ini. Kubersihkan semua pikiran negative dan kumaaf kan semua yang bersalah semoga mereka juga memberi keikhlasanya memaafkanku pula maka ampunilah aku..
Seketika aku teringat dengan sosok ayah dan ibu, bahkan dengan suamiku tercinta walau sebelumnya aku sempat memohon doa dan ridha mereka memaafkanku tapi rasanya ingin semua orang yang kukenal kusampaikan permohonan maaf tapi mungkin tak ada waktu lagi aku sekarang terbaring lemah dengan memohon keredhaan Allah 

tenyumna manah?..tenyumna mana?
Dan Subhanaa Allah ahirnya sayup aku mendengar juga suaranya yang membahana diruangan itu, suara mungil itu, ya Rabbi itukah suara anaku, anak yang ku kandung dan kuarungi hidup selama 9 bulan bersamanya? Dia sudah hadir ya Allah..benarkah amanah ini kau berikan padaku ?
Alhamdulillah wa syukurillah laa haulaa wa laa kuwwata illa billah. Setelah rasa lega nan gembira kurasa sungguh rasanya tiada terkira seperti memenagkan harta rampasan perang setelah mengalami peperangan panjang. Setelah itu sayup kudengar suara-suara orang yang mengelilingiku hingga ahirnya tak kudengar lagi suara-suara itu lalu mataku sayup dan tertutup.
            Ya Allah benarkah ini hari ahirku, hingga ku tak sempat menatap anaku?
Astagfirullah.. Allahu Rabbi benarkah ini dihadapanku, senyum itu ya Allah benarkah aku sudah tiada ? oh Allah bagaimana dengan bang abduh dan anaku yang masih hitungan menit dia lahir. Tapi walau bagaimanapun sebuah kematian tak akan pernah mempertimbangkan hal itu pikirku,
Aku hanya bisa senyum, melihat sosoknya dihadapanku, senyumku kelu dan hanya bisa mengalirkan airmata, entah aku tak bisa bohongi perasaanku aku sangat rindu Khalid dan abinya :(
Tapi dihadapanku ini adalah sosok bang zaid yang selalu kurindu dan selalu kusebut disetiap doaku bersamanya.
“mii..ummi..”
serunya padaku aku makin sesegukan dibuatnya,Allah aku merasa betul deraian airmataku membanjiri pipiku saat itu,aku pun lirih berkata
”bang,apakah aku sudah tiada?”
dia senyum dan menatapku dalam lalu memeluku
“aku rindu padamu bang,sangat rindu ,rindu yang teramat dalam tapi aku juga rindu dengan bang abduh dan khalid:’(“
Tiba-tiba ada rasa hangat menyentuhku,ya tepatnya diatas tubuhku..aku coba membuka mata
Allahu Akbar wa Lillah ilham
khaliiiiiiiid :'(....... Khalid anaku .........Khalid anak ummi..
Dia diatas dadaku, dia membangunkanku..dia belajar mencari ASI sendiri dikala umminya tak sadar diri,terasa tangan mungil itu meraba mukaku..Allahu rabbi air mataku mengalir tanpa suara.. Gengaman erat suamiku kini mulai terasa sakit menandakan bahwa kini aku sudah bangun dipanjangnya tidurku.
“mi..ummi.Alhamdulillah..Alhamdulillah ya Allah .”
si ust.Abduh junior
panggilnya serak dengan suara yang tertahan,tak begitu jelas ku melihatnya bak seperti orang yang baru bangun dari tidur tak begitu sempurna sadar tapi aku merasakan pelukan yang penuh cinta darinya, dia menciumku keningku lama dan aku merasa ada yang keluar dan membasahi pipiku..Aku tahu dia menungguku.
“maaf ya bii aku membuatmu menunggu”
Tak banyak kata yang terucap aku tahu kini kebahagianmu sempurna sayang.
Tapi aku masih teringat mimpiku yang sekejab tadi,pelukan orang yang kurindu itu sama seperti yang kurasa sekarang. aku baru sadar yang memanggilku dengan sebutan ummi tadi bukanlah bang zaid melainkan bang abduh yang mencoba terus membangunkanku, karena aku terlalu merindukanya jadi terbawa mimpi bersamanya.

“khaliid maafkan ummi ya nak selama ini kau meminum ASI tidak melalui ummi langsung, maaf ya sayang kau harus menunggu selama 2 hari untuk mendapatkan belaian tangan ummi langsung. Aku mencintaimu nak,aku mencintaimu sayang. Ummi sayang padamu dan abimu nak, sangat sayang”


Wahai Allah
Aku seorang ibu..
mahkluk ciptaan yang berbeda dari makhluk lainya
Dengan Buaian Cinta kami tentramkan dunia
Ditangan kanan kami mampu mengayun buaian anak kami
Dan di tangan kiri kami mampu menguncang dunia
Engkau jadikan kami sebagai malaikat dunia penentram hati belahan jiwa
Engkau titipkan amanah ini dengan benih yang ditanam dirahim kami maka,
jadikanlah kehidupan kami semakin sempurna dengan keshalihan anak-anak kami
dengan menjadikan mereka generasi yang kuat bukan generasi yang tak punya jati diri
Generasi Pengganti bukan Generasi yang di Ganti
Maha BesarMu ya Allah..
Karena Kami seorang IBU..


3 komentar:

aish a`isyah mengatakan...

khalidna amaah :(

Nur Kaffah Ahkam mengatakan...

iya mah ^_^

Syifa'ul Qolbiyah mengatakan...

Alhamdulillah,, Telah sempurnah sudah jawaban semua doaku,, melihat kebahagiaan mu saat ini sudah cukup membuat ku sangat bahagia...
Semoga ALlah selalu menjaga kalian dari bentuk kesulitan apapun...
Salam cinta ku untuk kalian...

Posting Komentar

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...