Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Selasa, 14 Agustus 2012

Surat Khalid untuk Amaah Wind

Bismillah..

Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh..

Amah..Apa kabar ?

Entahlah harus Bagaimana khalid memulainya,bukan kata pujian atau surat cinta untuk seseorang selayaknya insan kepada pasangan yang dicintainya, melainkan sebuah surat akan kegundahan ummiku selama ini akan dirimu wahai amah ku..
amah  Demi Allah dan Rasul-Nya !

Amaah ku melindumuuh :(

Harus Bagaiamana aku menyampaikan kepadamu bahwa aku merindukanmu
Hadirmu begitu berarti bagiku dan ummiku..cintamu yang membuat ummiku rela menanti dan menunggu walau kadang menggerutu, semua demimu amaah..demimu yang kami cinta

Amaah andaikan jika dengan berhenti mencinta dengan cara menjauhinya,maka itu bukan caranya karena akan menyiksa bathin dan perasaan kendatinya cinta itu adanya dalam rasa dan mengalir dalam jiwa hingga membuahkan sebuah perbuatan/amal. 

Jangan Paksa hatimu amaah untuk mengatakan tidak rindu sementara semakin amah menjauhinya maka akan semakin amah mencintainya.

Amaah.. Aku tidak mampu memendam rasa rinduku ini padamu terkadang ku salurkan dengan bergeliat  dirumah kokohku yakni perut ummiku seolah ingin memberi isyarat kalau aku merindumu..dan itu membuat ummiku kesakitan..

Amaah masih ingatkah amah bahwa setiap malam amaah meluang waktu untuk menyapa dan membelaiku sebelum aku tidur ?

Membuatkanku susu,menyuapiku,tetap sabar meladeniku ketika masa ku ingin bermanja kadang membuatmu jengkel..Tulus cintamu itu yang membuatku rindu amaah..Sungguh !

Amaah abiiku itu adalah takdir yang tidak bisa dihindari ummiku, karena tanpanya aku tak akan ada
Hadirnya ibarat Prisai yang menjadi pelindung dan penjaga ummiku, dan ummiku sangat mencintainya
Tapi hadirmu juga merupakan takdir yang menjadikan hidup ummiku makin hidup..
ummi mencintaimu tanpa harus mengenyampingkan cinta yang lain
tapi menempatkanya sesuai tempat yang telah tersedia dihati..

Amaah tidak kah kau rindukan khalid ini ? yang selalu kau pegang ketika sedang berjalan dengan ummi takut aku terjatuh dan membuat ummiku sakit..
Tidak kah amaah mau menciumku sampai aku lahir nanti ? menanti hadirku yang begitu berwarna bagi ummi dan abiiku..

Tapi ingatlah amaah hadirku bukan untuk menggantikanmu disisi ummi, tapi hadirku untuk melengkapi cinta untuk ummiku..

Tidak ada yang berubah akan cinta ummi padamu..
Tidakah amaah mau mendengr tangis pertamaku di telingamu lalu menggendongku dan mencium kumis kucing yang diturunkan ummi padaku
Mencium pipi lembutku dan wangi khasku..tidak kah ammah mau akan hal itu ??

Kembalilah amaah jangan tinggalkan aku dan ummi, marilah bersamaku hingga hadirku nanti


Khalid





1 komentar:

aish a`isyah mengatakan...

w'alaikumussalam wr.wb.

khaliiidddd. . .
maafkan atas sikap kekanak"an amaahmu ini,

hanya sampaii engkau lahir sajakah, kau ingin amaah temani [?] tidakah untuk selamanya[?]

sampaiikan pula maaf amaahmu ini pd umiimu,
bukan amaah tidak suka pd kehidupan umiimu iang sekarang apalagi sampaii hati membencii hadirnya org" d sekeliling umiimu, sungguh bukan itu !

amaah takut kehilangan sosok umiimu iang dulu, dan mungkin amaah salah dlm menujukan rasa itu pd umiimu, hingga semua terkesan unk pergi dg membawa segenggam kemurkaan pd umiimu, sungguh bukan itu !

amaah tag pergi meninggalkan kalian, bagaimana mungkin amaah sanggup sedang amaah sangad mencintai umiimu dan kau tauh knp karna amaah masiih memiliki banyak alasan untuk tetap bersama umiimu, sebagaimana amaah tag punya cukup alasan untuk meninggalkan umiimu..

harii ini amaah pulang :*

nanti malam apel amaah yeeeee kk iid ^^,

maafkan amaah T_T

Posting Komentar

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...