Bukan aku yang mencarimu, Bukan pula kamu yang mencariku tapi Allah lah yang mempertemukan dua hati yang berbeda atas nama cinta

Jumat, 13 Juli 2012

Jiwa-Jiwa Merdeka di Penjara Raksasa

 oleh: Tim Relawan Gaza

Sudah lima tahun ini Jalur Gaza dikepung. Makanan sulit. Harga BBM selangit. Obat-obatan habis. Listrik sekarat. Air beracun. Rumah sakit kritis. Masjid, rumah, dan sekolah dibom. Orang-orang mati di perbatasan karena dilarang berobat ke luar Gaza.
Mesir belum membuka total pintu Rafah karena masih terikat janji “damai” dengan Zionis Israel.
Sejak 2005, Jalur Gaza satu-satunya wilayah Palestina yang merdeka. Ruh Ibadah, ruh Al-Quran, dan ruh Jihad yang telah mengantarkan kemerdekaan Gaza tidak boleh menyebar ke wilayah lain. Karena itu Gaza dikepung, diteror, diserang, kalau perlu dihabisi.
Dalam suasana itulah misi “Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha” diluncurkan oleh Sahabat Al-Aqsha, jaringan silaturrahim keluarga Indonesia-Palestina. Dengan izin Allah kami berangkat ke Jalur Gaza.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza yang menjemput kami di perbatasan berkata, “Kami sudah menunggu kalian sejak dua tahun yang lalu.”
Ya, tepat dua tahun yang lalu dua relawan Sahabat Al-Aqsha, bersama sepuluh relawan Indonesia lainnya, bersama sekitar 600-an relawan dari 32 negara hampir sampai ke pantai Gaza. Tapi terhambat.
Allah mentakdirkan mereka semua yang tergabung dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang dipimpin kapal Mavi Marmara, tidak sampai ke Gaza. Subuh, 31 Mei 2010, kapal-kapal itu diserang dan dibajak, dibunuhi, diborgol, dijemur setengah hari di bawah terik mentari Laut Tengah, lalu digiring ke Ashdod, dinterograsi, lalu dipenjara.
Namun apa yang dialami oleh ratusan relawan itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dialami rakyat Gaza.
Kami menyaksikan sendiri, rakyat Gaza praktis hidup di dalam sebuah penjara raksasa. Wilayah seluas 360 kilometer per segi itu (kira-kira sebesar Jakarta Pusat) dikepung dengan tembok setinggi 8-10 meter, atau pagar listrik bertegangan mematikan, diawasi menara-menara di mana para penembak jitu (sniper).
Para petaninya bekerja setiap hari di bawah bidikan para penembak itu. Para nelayannya diteror agar tidak melaut lebih dari 3 mil dari garis pantai (sekitar 4,8 kilometer). Tak ada tangkapan ikan yang cukup layak dimakan rakyat Gaza. Bahkan untuk 50 ribu anggota keluarga nelayan pun tak cukup.
Beberapa kali dalam kunjungan di tempat-tempat dekat perbatasan, pesawat-pesawat pengintai tanpa awak (drone) milik Zionis Israel melayang-layang di atas kepala kami. Menurut informasi, sesekali pesawat semacam itupun menjatuhkan bom, membunuh dan melukai warga Gaza. Seenaknya saja.
Madrasah Raksasa
Tetapi, sesudah lima tahun dikepung oleh musuh Islam dan umat Islam, nampaknya rakyat dan para pemimpin Gaza lulus ujian. Penjara raksasa yang mengepung mereka sekarang pun sudah menjadi madrasah raksasa.
“Jalur Gaza adalah madrasah raksasa untuk kami,” kata Ummu Bilal, seorang ibu dari enam anak yang suaminya seorang pejabat tinggi di pemerintahan di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah.
Madrasah raksasa itu telah melahirkan jenis manusia yang cinta solat berjamaah luar biasa. Bahkan mereka tetap solat di masjid yang sudah hancur dan belum mampu dibangun kembali.
Manusia-manusia yang cinta Al-Quran sehingga setiap tahun melahirkan ribuan huffazh Al-Quran. Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha menjumpai anak-anak yang sangat menikmati menghafal Al-Quran, sampai bisa menuntaskan hafalannya dalam waktu 60 hari.
Manusia-manusia yang taat kepada Allah dan tidak takut kecuali kepada Allah. Kami bertanya kepada seorang kakek berusia 83 tahun bernama Muhammad, bagaimana rasanya hidup di dalam kepungan Zionis Israel. Ia menjawab dengan logat Gaza yang sangat kental, hanya pas diterjemahkan dengan logat Betawi.
“Engkong, gimane rasanye hidup dikepung Israel?”
“Siape nyang dikepung?! Kite makan enak, tidur nyenyak... Kagak suseh... Itu tuh, Zionis yang pusing mikirin kite, sampe pade suseh tidur!! Jadi siape yang dikepung coba?!”
Engkong Muhammad masih sesekali ikut ribath menjaga perbatasan Utara Gaza, menyandang senapan AK-47.
Bukan hanya yang sudah berusia senja, Alaa’, 15 tahun, salah satu remaja yang selesai menghafal Al-Quran dalam waktu 60 hari pun dimatangkan akal dan hatinya oleh kepungan ini.
Waktu kami mewawancarainya, pertanyaan ditutup dengan sebuah tawaran menarik. “Alaa’, kalau kami ingin mengundang kamu, kamu boleh memilih negara mana saja di seluruh dunia yang paling ingin kami kunjungi. Boleh di Eropa, Amerika, Asia, Australia, mana saja silakan...”
Jawaban remaja murah senyum itu sangat cepat, “Aku nggak kepingin kemana-mana sebelum ikut membebaskan Masjidil Aqsha. Solat berjama’ah di dalamnya sesudah merdeka, baru habis itu aku pergi haji...”
Sejak Agustus 2005, Jalur Gaza bersih dari tentara Zionis Israel. Meskipun dikepung, Gaza adalah harapan.
“Hari ini Gaza telah merdeka, besok Masjidil Aqsha akan merdeka, dan seluruh tanah suci Palestina akan merdeka,” demikianlah syiar yang selalu disampaikan rakyat Gaza yang kami jumpai.
Susah, tapi Sabar dan Berani
Beberapa menit sesudah melewati pintu perbatasan, hari masih sore, mobil yang menjemput Tim Sahabat Al-Aqsha berhenti di sebuah bundaran di kota Rafah (di sisi Gaza. Rafah terbagi dua, sisi Mesir dan sisi Gaza).
-------------------------------------cut-----------------------------------
Mencari Ikan di Laut Sendiri, Ditembaki, Dirampas, Ditangkap, Dibunuh…
Para nelayan termasuk lapisan rakyat yang paling berat menjalani akibat pengepungan yang sudah berlangsung lima tahun atas Gaza ini. Bukan saja penghasilannya untuk hidup sehari-hari semakin tipis, nyawa mereka pun selalu terancam oleh kejahatan angkatan bajak laut Israel.
Dengan izin Allah, Tim Sahabat Al-Aqsha sempat melaut bersama dua orang nelayan ke lepas pantai yang sedang dikepung itu. Salah satu nelayan itu bernama Amjad Asy-Syirafi, Ketua Persatuan Nelayan Palestina yang beranggotakan 3.700-an orang nelayan.
Pria berusia 40 tahun itu menjelaskan, “Tiga tahun terakhir ini, pengepungan bertambah parah.” Menurut Amjad, dalam kurun waktu tersebut, angkatan bajak laut Israel tak henti-hentinya mengganggu para nelayan yang mencari ikan untuk penghidupan istri dan anak-anaknya.
-------------------------------------cut-----------------------------------
Mengunjungi Petani di Zona Ungu
Bagaimana rasanya saban hari bekerja keras di ladang sambil dibidik penembak jitu (sniper) Zionis Israel? Bukan cuma para lelaki dewasa, bahkan anak-anak dan perempuan pun tak luput dari teror ini.
-------------------------------------cut-----------------------------------
Gush Katif: Contoh Sempurna Sebuah Futuhat
Apa yang akan dilakukan para Mujahidin Palestina kalau seluruh wilayah tanah suci ini berhasil dibebaskan (futuh) dari penjajahan?
-------------------------------------cut-----------------------------------
Amanah-amanah Kemanusiaan Sahabat Al-Aqsha di Gaza
Amanah yang sudah ditunaikan:
·         Sumur-sumur Air Minum di tiga titik (masing-masing titik menyediakan air bersih untuk kurang lebih 2000 jiwa)
·         TK Bintang Al-Quran di Jabaliya Al-Balad (memberikan pendidikan gratis untuk 130 anak yatim, fuqara, dan miskin)
·         Bantuan operasional untuk Baitul Quran ZAINAB dari Ibunya Zainab, warga Pekanbaru, yang berlokasi di Gaza Utara (telah sejak lima tahun lalu menghasilkan ratusan huffazh Al-Quran; kini memiliki murid 42 orang putri)
\\r\\n
·         Bantuan Operasional Baitul Quran DAFFA (putra) dari Ayahnya Daffa, warga Depok
·         Iftar Ramadhan dan hewan qurban sejak 2008 (bagian dari rangkaian proyek Iftar Ramadhan dan Qurban di Syria, Gaza, dan Masjdil Aqsha)
·         Beasiswa untuk 30 orang mahasiswa kedokteran Gaza di Sudan (sudah diserahkan bantuan untuk beasiswa sampai bulan April 2012)
Yang sedang ditunaikan dan akan ditindaklanjuti:
·         Bantuan Tahun Kedua Operasional TK Bintang Al-Quran di Jabaliya Al-Balad (mulai September 2012)
·         Bantuan Tahap Kedua Beasiswa untuk 30 orang mahasiswa kedokteran Gaza di Sudan (mulai Mei 2012)
·         Bantuan Renovasi dan Operasional untuk SD-SMP Syar’iyah di kamp pengungsi Daril Balah, Gaza Barat (2012-2013)
·         Bantuan operasional dan perlengkapan klinik ibu dan anak di salah satu rumah sakit di Jalur Gaza (komitmen Rumah Sakit Ibu dan Anak ZAINAB, Pekanbaru)
·         Bantuan pembelian mobil bekas untuk antar jemput murid TK Bintang Al-Quran
·         Iftar Ramadhan dan hewan qurban sejak 2008 (bagian dari rangkaian proyek Iftar Ramadhan dan Qurban di Syria, Gaza, dan Masjdil Aqsha).

“Siapa yang mengurusi keluarga para Mujahidin dengan sebaik-baiknya,
maka sungguh ia juga (dianggap) berjihad.”
\\r\\n
Hadits Rasulullah Sallallahu ‘alayhi wa sallam
diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari

Jazakumullah Hidayatullah

Nur Kaffah 

Etika Berdebat

            Perdebatan adalah hal yang biasa dan lumrah dalam kehidupan. Perdebatan dapat timbul karena tak semua isi kepala manusia itu sama. Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya. Allah Subhanahu wa ta’ala juga menciptakan perbedaan-perbedaan diantara setiap manusia. Menurut saya, dengan adanya perbedaan itulah kita  diajarkan untuk saling menghargai sesama, juga melatih kesabaran kita, apakah kita cukup berbesar hati menerima segala perbedaan yang ada?
Justru perbedaan itulah yang akan membuat dunia ini semakin berwarna, meski harus ada perdebatan di dalamnya.  Namun sebagai manusia yang mencoba untuk lebih baik lagi, ada baiknya kita tetap selalu berada di koridor syariah. Berdebat secara sehat, misalnya. Tanpa panjang lebar lagi (karena sudah terlalu panjang kali lebar saya berkata-kata), saya coba uraikan etika berdebat dalam Islam dari beberapa sumber yang telah saya baca. Semoga berguna bagi para debaters, baik saat berdebat/diskusi di dunia nyata maupun dunia maya.
Dalam bahasa Arab, perdebatan dikenal dengan istilah al-mujadalah. Kata al-mujadalah seakar dengan kata al-jidal yang artinya perdebatan sengit. Pendapat lain mengartikannya dengan tali yang terikat kokoh. Dari sini, kata al-jidal mengandung arti debat yang dilakukan dengan cara yang baik dan didasari dalil yang kuat dan benar. Pertama, debat harus dilakukan dengan tertib. Artinya, berbicara dan mengeluarkan pendapat tidak tergesa-gesa. Ada baiknya masalah yang akan diperdebatkan itu dicerna dan dipahami dulu dengan baik. Bila sudah dipikirkan dengan matang, barulah mengeluarkan pendapat dan gagasan yang aktual. Perlu diingat bahwa dalam mengeluarkan opini sebisa mungkin bergantian agar diskusi tetap tertib, menunggu dengan sabar sampai lawan debat selesai berbicara.
Kedua, gunakan bahasa yang tidak bertele-tele dalam berdebat. Langsung saja utarakan pendapat yang berkaitan dengan masalahnya secara singkat dan padat. Berbicara sedikit tetapi sarat makna, serta tepat dan sesuai dengan sasaran. Hal ini untuk menghindari pembicaraan di luar konteks. Bukankah perdebatan dalam sebuah diskusi itu bertujuan untuk untuk mencapai yang haq dan membatalkan yang batil?
Yang ketiga adalah hal yang tidak kalah penting yaitu cara kita dalam berbicara/mengeluarkan pendapat. Tentunya berbicara dengan kata-kata sopan, tidak menyinggung ataupun menyudutkan orang lain. Janganlah meremehkan dan menghinakan keberadaan lawan debat. Dengan  demikian, perdebatan akan terhindar dari pembicaraan yang bernada cercaan dan mengundang kemarahan. “Bukanlah orang beriman, yang suka mencerca, melaknat, berbicara kotor, dan menyakiti,” sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.
Etika berdebat tersebut hendaknya dilakukan dengan rasa kesadaran yang tinggi, otomatis perdebatan tidak berubah menjadi keributan seperti yang sering kita lihat di televisi saat dewan terhormat sedang berdiskusi. Insya Allah dengan mengedepankan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala kesepakatan akan diraih dengan perdebatan yang damai dan sehat.

 Jazakumullah Cahaya Islam

Nur Kaffah

Kamis, 12 Juli 2012

(¯`•.¸ღ Menanti Hadirnya ღ¸.•´¯)


Suasana Rundung duka mendung yang berkecamuk seolah nampak sedikit sinar yang mampu memberikan kehangatan dalam keluargaku..itulah dia sosok segumpal darah bernama khalid yang kunanti.. ^^, Muhammad Kholidil Ahkam Abdullah
Buah Cintaku bersamanya


 dimanja ammah vee :D












Momment cinta ammah wind bersama kk kholid :)







Lagi dibisikin sama kak kholid :)






Semoga Allah mempermudah hadirnya. aamiiin

(¯`•.Bidadari itu bernama Ainul Mardhiyah.•´¯)


Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin
Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak
berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat.
Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111,
yang artinya sebagai berikut :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta
mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”



Selesai ayat itu dibaca,
seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat
duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah
meninggal. Ia berkata:”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari
orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?” “Ya,
benar, anak muda” kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:”Kalau begitu
saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”


Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi
perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu
pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang
yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu
kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia
rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga
kami bila sedang tidur.


Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat
pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:”Hai, aku
ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .” Kami menduga dia mulai
ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah
itu.
Ia menjawab: “Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi.
Seseorang datang kepadaku seraya berkata: “Pergilah kepada Ainul Mardiyah.”
Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan
air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan
mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku ,
mereka bergembira seraya berkata: “Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .”


“Assalamu’alaikum” kataku bersalam kepada mereka. “Adakah di antara kalian
yang bernama Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab salamku dan berkata: “Tidak,
kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu” Beberapa kali aku
sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik,
tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku
meneruskan langkah.


Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di
pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia
nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: “Hai Ainul
Mardhiyah, ini suamimu datang . …”


Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di
atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia
berkata: “Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena
ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.” Anak muda melanjutkan kisah
mimpinya: “Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi
menanti terlalu lama”.


Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh
terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan
melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak
muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum
gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya
untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).


sumber : milis – myqur’an


Jazakumullah Khairan Katsir


Nur Kaffah

(¯`•.¸ღ Menjadi Suami Idaman ღ¸.•´¯)


Tidak selalu tuntutan untuk berbuat baik dan bersikap baik ditujukan kepada istri dalam hubungan rumah tangga. menjadi istri idaman untuk suami adalah hal yang harus dipenuhi oleh setiap wanita. menjadi suri tauladan dan guru bagi anak-anaknya dan anak-anak suaminya. akan tetapi disamping itu, seorang istri juga miliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami.

Kewajiban yang harus ditunaikan juga mencakup tanggung jawab seorang suami atas seisi rumah. Islam telah membagi antara hak-hak istri dan hak-hak suami agar tidak terjadi kesalah pahaman antara keduanya. diantara hak istri yang harus dipenuhi oleh suami adalah sebagaimana yang difirmankan Allah :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Artinya : "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS An-Nisa : 34)

Menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas istri, atas segala kebutuhannya, baik itu kebutuhan lahir ataupun batin. perhatian terhadap dirinya, peduli dan menampakkan rasa simpati, berperilaku lemah lembut. tampakkan rasa kasih sayang terhadapnya.

Seorang istri tetaplah manusia, yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa perhatian. terkadang sebagian suami bersikap agak tidak peduli terhadap apa yang dilakukan istri. tanpa kata-kata mesra lagi, tanpa sentuhan lembut untuk meringankan bebannya karena dengan setia telah melayaninya.

Setelah mempunyai dua atau tiga anak, seseorang telah merasa tua, dan merasa lebih dewasa. jika memang seseorang itu lebih tua akan lebih dewasa, seharusnya setiap orang yang berkeluarga bisa tampil lebih romantis terhadap pasangannya. lebih dekat, dan lebih mengerti setiap apa yang diperlukan pasangannya. bukan tambah renggang hubungannya, bukan pula seperti orang lain yang seperti tidak pernah kenal.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- ketika telah berumur sekitar 50-an tahun. masih tetap romantis terhadap istrinya 'Aisyah -rodhiyallahu 'anha-. masih tetap perhatian dengan semua istri-istrinya.

Dan siapakah suami terbaik? suami terbaik adalah yang sebagaimana disabdakan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Artinya : "sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. dan saya adalah terbaik diantara kalian terhadap keluargaku." (HR Bukhori, Muslim dan lainnya)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- telah mengatakan bahwa dialah orang terbaik diantara para sahabat-sahabatnya terhadap keluarga. ini berarti beliau adalah sebagai panutan bagi setiap orang yang telah berkeluarga. agar meniru beliau dalam berumah tangga. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

Artinya : "Paling sempurnanya iman diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya. dan paling baik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya terhadap istrinya." (HR At-Tirmidzi)

Jazakumullah Ahsanal Jaza

Loving You Abii Khalid

Nur Kaffah

(¯`•.¸ღ Menjadi Istri Idaman Dunia wal Akhirat ღ¸.•´¯)

Diantara kepedulian Islam atas kehidupan rumah tangga Islami adalah penjelasan hak seorang istri dan hak seorang suami. agar terjadi keharmonisan hubungan berumah tangga. mengetahui posisi masing-masing agar tidak terjadi kesenjangan jabatan dalam rumah tangga. saling melengkapi dengan menunaikan tugas masing-masing.

Berikut adalah tips bagaimana menjadi seorang istri yang diidamkan didunia dan akherat dan menjadi istri terbaik baik suaminya :

- Pertama dan yang paling penting adalah menerima kepemimpinan suami.

Perlu direnungkan sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya : "Jila aku (berhak) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR at-Tirmidzi. Beliau mengatakan : Hadist Hasan)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلْتِ الْجَنَّةَ

Artinya : "Perempuan mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridho terhadapnya, maka dia masuk surga." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Beliau mengatakan : Hadist Hasan Ghorib)

Ketaatan kepada suami adalah wajib atas istri selama suami tidak memerintahkan kepada maksiat kepada Allah. dan selain itu seperti suami memerintahkan suatu hal yang baik, maka wajib atas istri untuk melakukannya.

- Hindari berkata yang kurang baik atau yang tidak enak didengar oleh suami.

Berkata yang santun dan bersikap lemah lembut terhadap suami tanpa mengucapkan kata-kata yang kasar baik ketika suami melakukan kesalahan atau karena hal yang lain. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ ، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ " قَالُوا: لِمَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ: " بِكُفْرِهِنَّ "، قَالُوا: يَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ قَالَ: " يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ ، وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Artinya : "Dan aku melihat neraka, aku belum pernah melihat pemandangan seperti pemandangan hari ini sebelumnya. dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita. para sahabat bertanya : kenapa wahai Rosulullah? beliau menjawab : karena kekufuran mereka. para sahabat berkata : karena kufur terhadap Allah? beliau bersabda : karena kekufuran mereka terhadap suami, dan kekufuran mereka terhadap kebaikan (suami). jika engkau berbuat baik kepada mereka sepanjang satu tahun, kemudian mereka melihat ada sedikit keburukan dalam dirimu, maka mereka akan berkata : saya tidak pernah melihat kamu berbuat baik sedikitpun." (HR Bukhori dan Muslim)

- Perbanyak Sedekah Dan Istighfar.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ، وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ " . قَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ: وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ: " تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ ، وَمَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغْلَبَ لِذِي اللُّبِّ مِنْكُنَّ " . قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَالدِّينِ ؟ قَالَ: " أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ، وَتَمْكُثُ اللَّيَالِيَ مَا تُصَلِّي، وَتُفْطِرُ فِي رَمَضَانَ فَهَذَا نُقْصَانُ الدِّينِ

Artinya : "Wahai para wanita, bersedekahlah! dan perbanyak istighfar karena aku melihat penduduk neraka yang kebanyakan adalah kalian. salah seorang perempuan berkata : kenapa kami wahai Rosulullah? beliau bersabda : karena kalian banyak melaknat, mengkufuri suami, dan aku tidak melihat dalam diri kalian kecuali 2 (dua) kekurangan yaitu kekurangan akal dan agama yang sangat dominan dalam diri kalian. wanita itu berkata : wahai Rosulullah, apa yang dimaksud 2 (dua) kekurangan akal dan agama? beliau bersabda : kekurangan akal yaitu karena persaksian 2 (dua) orang dari kalian sebanding dengan seorang laki-laki, maka ini yang disebut kekurangan dalam akal. dan berhari-hari kamu tidak sholat (karena haid) dan juga tidak puasa ramadhan (karena haid, hamil atau menyusui), maka ini yang dimaksud kekurangan dalam agama." (HR Muslim)

#Rujukan :
Sunan At-Tirmidzi karya Imam At-Tirmidzi, bab Hak Suami Atas Istri.
Sya'b Al-Iman karya Abu Bakr Al-Baihaqi, bab Hak Anak dan Keluarga, dan bab Kebanyakan Penduduk Neraka Adalah Wanita.

Jazakallah Kak Heri Prasetyo

Syukron berkenan membacanya :)

Nur Kaffah

linkWith

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...